×
Pusat Kajian Produk Halal UNMA Banten memiliki aplikasi android pecarian produk yang sudah bersertifikat halal. silakkan di download Apk Android PKPH

Keistimewaan Bulan Ramadhan

(PKPH, Jakarta)-Hanya dalam beberapa hari ke depan, kita akan menyambut Ramadhan. Ini adalah bulan yang sangat istimewa. Begitu mulianya bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, “Apabila tiba bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari-Muslim).

Selama Ramadhan, umat Islam diwajibkan berpuasa satu bulan penuh. Di samping berpuasa, Muslimin yang ingin meraih ridha Illahi tak akan menyia-nyiakan momentum. Mereka akan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Harapannya, Allah SWT menerima shiyam dan amalan-amalan yang dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa keistimewaan Ramadhan, sebagaimana diterangkan Alquran dan juga Rasulullah SAW dalam berbagai hadis.

Puasa Wajib

Secara kebahasaan, puasa berasal dari kata bahasa Arab, shaum (jamak: shiyam). Maknanya adalah al-imsak (menahan). Adapun menurut istilah, puasa berarti menahan makan dan minum serta semua yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Dalam surah al-Baqarah ayat 183, Allah SWT menegaskan kewajiban berpuasa Ramadhan. Arti ayat itu, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jelaslah bahwa puasa bertujuan membentuk pribadi Muslim yang taat kepada Allah. Ibadah ini pun termasuk rukun Islam. Nabi SAW bersabda, “Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.”

Turunnya Alquran

Bulan Ramadhan di dalamnya penuh keberkahan. Itulah masa yang di dalamnya Alquran diturunkan ke bumi. Malam turunnya Alquran disebut sebagai Lailatul Qadar. Keutamaan malam tersebut dijelaskan dalam surah al-Qadr. Allah berfirman, yang artinya, “Tahukah engkau apakah Lailatul Qadar? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu para malaikat dan Ruh (Jibril) turun dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur berbagai urusan. Selamatlah pada malam itu, sampai terbit fajar.”

Ramadhan disebut sebagai Bulan Alquran. Nabi SAW lebih sering dan lebih banyak membaca Alquran pada bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. Imam Azzuhri berkata, “Amalan yang afdhal pada bulan Ramadhan setelah puasa adalah tilawatul Quran.” Maka dari itu, sayang sekali bila Ramadhan tidak disertai interaksi dengan Alquran. Bukan hanya membacanya hingga tuntas (khatam), tetapi juga mengamalkan ajarannya.

Ampunan Allah

Allah membuka pintu ampunan pada bulan Ramadhan. Pada 10 malam kedua, umat Islam disarankan untuk memanfaatkan Ramadhan untuk bertobat; mengakui dan menyesali berbagai dosa yang sudah dilakukan. Setelah itu, tumbuhkan komitmen yang kuat untuk tidak mengulangi dosa-dosa yang sama.

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa mendapati Ramadhan, tetapi ia tidak memperoleh pengampunan Tuhan, maka ia sungguh termasuk orang yang jauh dari (rahmat) Allah SWT.”

Manfaatkan bulan Ramadhan untuk melenyapkan dosa-dosa yang telah kita perbuat pada bulan-bulan sebelumnya. Di samping itu, perbanyak amalan-amalan saleh, seperti sedekah. Jelang berakhirnya Ramadhan pun, Muslimin wajib membayar zakat fitrah. Ini sebagai sarana penyucian harta kita.

OLEH HASANUL RIZQA

Sumber Republika


Tags :

Bagikan ke :
Bagikan ke :