×
Pusat Kajian Produk Halal UNMA Banten memiliki aplikasi android pecarian produk yang sudah bersertifikat halal. silakkan di download Apk Android PKPH

Keutamaan Kalimat Dzikir HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIL

(PKPH, Pandeglang)-Ada kalimat dzikir utama yang terdapat di dalam Al-Quran, yaitu kalimat yang terjemahannya : “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS Ali Imran: 173).

Kalimat dzikir pada ayat ini berkaitan dengan kaum Musyrikin pada jaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang secara represif menyerang kaum Muslimin saat itu. Mereka membuat opini di tengah masyarakat yang menakut-nakuti umat Islam dengan mengatakan bahwa persekongkolan jahat orang-orang Kafir hendak memusnahkan pengikut setia Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Umat juga ditekan dengan intimidasi bahwa tidak akan ada kekuatan untuk menahan rencana jahat mereka.

Namun intimidasi itu justru semakin meningkatkan keyakinan dan kepercayaan umat Islam terhadap apa yang Allah janjikan kepada mereka. Ancaman itu juga tidak melemahkan kaum Muslimin.

Kaum Muslimin  yakin dengan pertolongan Allah, yang mereka ungkapkan dalam kalimat, ”hasbunallah wani’mal wakil”, artinya cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

Ya, menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin.

Ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Tuhan-nya. Maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah. Itulah inti kalimat dzikir “Hasbunallah wani’mal wakiil”.

Dzikir ini dapat diucapkan, baik dalam keadaan lapang maupun saat menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat. Dzikir “Hasbunallah Wani’mal Wakil” ini juga dapat menguatkan dan dan menenteramkan jiwa bagi yang membacanya.  Sekaligus dzikir ini menegaskan semangat tauhid pada diri orang Mukmin. Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah tempat untuk berserah diri, dan pengakuan bahwa semua makhluk ciptaan-Nya adalah lemah dan tidak abadi.

Kalimat dzikir ini dengan lafadz senada : "Hasbiyallahu wani'mal wakil" adalah kalimat yang diucapkan Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam ketika hendak dikemparkan ke dalam bara api oleh pasukan Raja Namrud. Ini seperti disebutkan dalam  Hadits Riwayat Imam Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu. (Sumber : Kisah Al-Quran: Nabi Ibrahim Menentang Namrud. Masrawy.com).

Maka Allah pun berfirman, “Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. (QS Al-Anbiya: [21] : 69). Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam pun selamat, tidak terbakar.

Salah satu dzikir pagi atau sore hari pun adalah ucapan senada "Hasbiyallah". Seperti terdapat pada akhir Surat At-Taubah (ayat 129): Artinya: "Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung". (QS At-Taubah [9]: 129).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, di dalam tafsirnya menjelaskan, “Jika mereka beriman, maka itu adalah taufik untuk mereka dan jika mereka berpaling dari keimanan dan amal, maka tetaplah berjalan di atas jalanmu. Teruslah berdakwah dan katakan, “Cukuplah Allah bagiku.” Yakni Allah yang mencukupiku segala apa yang aku perlukan. “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia.” Yakni, tiada yang disembah dengan benar selainNYa. “Hanya kepadaNya aku bertawakal.” Yakni aku bersandar dan percaya kepada-NYa dalam meraih apa yang bermanfaat dan menolak apa yang mudarat. “Dan Dia adalah Tuhan  yang memiliki 'Arsy yang agung,”, jika Dia adalah Rabb bagi Arasy yang agung. (Sumber : Surat At-Taubah 129, Tafsirweb).

Di dalam hadits disebutkan keutamaan kalimat ini: Barangsiapa membacanya ketika pagi dan sore hari masing-masing sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan baginya dari perkara dunia dan akhirat yang menjadi perhatiannya.” (H.R. Abu Dawud).

Doa tawakkal ini juga sangat kita perlukan, terutama menghadapi masih mewabahnya virus Covid-19 saat ini dan berbagai fitnah dan cobaan yang menimpa kaum Muslimin di berbagai belahan dunia ini. 

Itulah inti kalimat tawakkal kita kepada Allah.  Adapun tawakkal itu sendiri, Imam al-Ghazali merumuskannya sebagai “menyandarkan kepada Allah tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.”

Tawakkal adalah suatu sikap mental seorang yang merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada Allah, karena di dalam tauhid ia diajari agar meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini.

Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk menyerahkan segala persoalannya kepada Allah. Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Itulah tawakkal sebagai tumpuan terakhir dalam suatu usaha maksimal dalam perjuangan.

Jadi, tawakkal itu bermakna menyerahkan diri kepada Allah setelah berusaha keras dalam berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuan dalam mengikuti ketentuan Allah.

Demikian, mari kita jadikan sebagai wirid harian kita. Terutama pagi dan sore hari.  Semoga Allah senantiasa membimbing kita menjadi hamba-Nya yang selalu bertawakkal kepada-Nya. Aamiin.Wallahu a’lam bish showwab.

oleh:  Ali Farkhan Tsani, Khadim Ma’had Tahfidzul Quran Nurul Jannah Al-Bantani Ujung Kulon, Pandeglang, Banten.


Tags :

Bagikan ke :
Bagikan ke :