×
Pusat Kajian Produk Halal UNMA Banten memiliki aplikasi android pecarian produk yang sudah bersertifikat halal. silakkan di download Apk Android PKPH

Pesan Dakwah: Ganti Hati

(PKPH, Makasar)-Pernahkah Anda mendengar operasi Ganti Hati? Negara mana yang paling banyak melakukan operasi ini? Apa ini operasi yang tergolong sulit? Simpanlah dulu jawaban Anda. Kali ini, ganti hati yang dibicarakan bukan lewat operasi. Namun, dengan tobat yang benar sambil berdoa kepada Allah maka hati kita lama kelamaan menjadi baru. Apa bisa? 

Hati (qulub) adalah organ terpenting pada manusia. Inilah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhkuk lainnya. Para ilmuwan berbeda pendapat tentang yang mana yang disebut hati itu. Ada yang mengatakan di otak dan ada juga yang mengatakan itu ada di jantung. Banyak yang setuju dengah pendapat kedua ini karena al-Qur'an mengatakan hati itu ada di dada. Apalagi telah ditemukan ganglion syaraf di jantung. Namun, hati yang kotor atau keras membatu, apa itu bisa terjadi? 

Hati yang bersih itulah hati yang selamat. Hati yang ingkar, melawan perintah Allah, merasa diri benar, merasa diri lebih baik, meremehkan saudaranya, mencintai dunia lebih dari akhirat, menyakiti orang lain adalah sebagian tanda hati yang kotor. Kalau tidak ada penyesalan, tidak ada ketundukan, atau tidak ada perubahan sikap maka disarankan agar segera  mengganti dengan hati yang baru. 

Maha Benar Allah dengan firman-Nya:  Lahum quluubullaa yafqahuuna bihaa, walahum a'yunullaa yubshiruuna bihaa, walahum aadzaanullaa yasma'uuna bihaa. Ulaa ika kal an'aami balhum adhal (Al-A'raaf 7:179). Artinya: Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka memiliki mata, tetap tidak dipergunakannya untuk melihat (ayat-ayat Allah), dan mereka memiliki telinga, tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi. 

GANTILAH HATIMU BILA  SHOLAT DAN IBADAHMU YANG LAIN TIDAK MENJADIKANMU LEBIH BAIK.

Pesan Dakwah 8 Rabiulakhir 1443H
By: Prof. Veni Hadju

 


Tags :

Bagikan ke :
Bagikan ke :